Total Tayangan Halaman

Minggu, 13 September 2015

PROTOCOL

Yuk monggo kita lanjut lagi ya lanjutan materi bulan lalu 

Protokol adalah prosedur dan peraturan–peraturan yang mengatur operasi dari peralatan komunikasi data. Berfungsi :
a.Membuat hubungan antara pengirim dan penerima.
b.Menyalurkan informasi dengan kehandalan tinggi.

Protokol dirancang dan dikembangkan oleh suatu pabrik sehingga mereka sukar berhubungan apabila berlainan pabrik pembuatnya

Hirarki Protokol
Untuk mengurangi kerumitan rancangan, sebagian besar jaringan diorganisasi sebagai tumpukan layer atau level, yang setiap layernya berada di atas layer yang berada dibawahnya. Jumlah, nama, isi, dan fungsi setiap layer dapat berbeda dari jaringan yang satu dengan jaringan lainnya. Pada semua jaringan, tujuan suatu layer adalah untuk memberikan layanan kepada layer yang berada diatasnya.
Protocol Digunakan untuk menghubungkan 2 komputer lebih yang tidak sama, misalkan dilakukan 2 komunikasi antara workstation dan server yang memiliki interprestasi data yang berbeda, sehingga protokol berfungsi  untuk menjembatani komunikasi keduanya agar saling mengerti.

Masalah-masalah Desain Layar :
1.Setiap layer memerlukan mekanisme pengidentifikasian pengirim dan penerima. Karena sebuah jaringan melibatkan komputer dalam jumlah banyak, ini berartidiperlukan proses tertentu pada sebuah mesin untuk menentukan dengan siapa proses itu akan berbicara. Sebagai akibat dari tempat tujuan yang banyak, diperlukan bermacam–macam bentuk pengalamatan supaya dapat mencapai tempat tujuan tertentu.
Keputusan desain berhubungan dengan peraturan transfer data. Sebagian sistem, data hanya bergerak dalam satu arah (simplex communication), sebagian bergerak pada kedua arahnya, tapi tidak bisa secara simultan (half-duplex communication), sebagian data berpindah pada kedua arahnya pada saat yang sama (full duplex communication). Protokol harus dapat ementukan dengan berapa logical channel jaringan yang bersangkutan akan berhubungan, dan juga jenis prioritasnya. Umumnya jaringan memiliki sedikitnya dua buah logical channel untuk setiap koneksinya. Satu untuk keperluan data yang biasa, dan satu channel lainnya untuk data yang penting.
3.Pengendalian error merupakan masalah  yang penting  yang disebabkan  tidak sempurnanya sirkuit komunikasi fisik. Terdapat banyak kode – kode deteksi error dan koreksi error. Kedua  pihak yang berkomunikasi harus mencapai kesepakatan tentang yang mana yang akan digunakan. Selain itu, si penerima harus mempunyai berbagai cara untuk memberitahukan si pengirim bahwa data mana yang telah diterima dengan benar dan mana yang tidak. Tidak semua channel komunikasi menjaga urutan pesan yang dikirim kepadanya. Untuk mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi pada pengurutan paket, protokol harus membuat ketentuan secara eksplisit bagi si penerima mengurutkan kembali potongan – potongan paket yang diterimanya. Cara penyelesaian yang jelas adalah dengan cara memberikan nomor pada potongan – potongan itu. Tapi cara ini masih menyimpan pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dengan potongan yang datang tidak berurutan.
4.Bila pengiriman data jauh lebih cepat dibanding dengan kecepatan penerima, Sehingga melibatkan umpan balik (feedback) dari penerima ke pengirim, baik secara langsung maupun tidak langsung. Umpan balik ini berisi tentang keadaan si penerima pada saat itu. Umpan balik lainnya berisi pembatasan laju transmisi bagi pengirim.
5.Ketidakmampuan semua proses untuk menerima pesan yang berukuran besar. Hal ini mengharuskan adanya mekanisme untuk keperluan pemisahan, pengiriman, dan penggabungan kembali pesan – pesan.
6.Proses mengirimkan data yang terlalu kecil. Hal tersebut menyebabkan inefisiensi. Untuk mengatasinya adalah dengan cara menggabungkan pesan-pesan berukuran kecil itu menjadi sebuah data yang besar.

Perangkat keras untuk komunikasi data :
Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi dengan jalur telepon untuk menerima dan menyalurkan data ke dan dari komputer yang letaknya berjauhan sekali dan dibedakan: 
1.DCE-data Communication Equipment Peralatan digunakan untuk menyalurkan informasi antar lokasi
2.DTE = Data Terminal Equipment Peralatan tempat informasi masuk dan keluar diatur bagi pemakai maupun komputer
DCCU = Data Communication Controller Unit Sistem yang mengatur hubungan dengan peralatan komunikasi data. Dan merupakan bagian integral yang baku dari sistem komunikasi data sehingga tidak dapat diidentifikasi secara terpisah. Bertugas :
1.Membentuk antarmuka antara system I/O bus dan modem.
2.Mengendalikan  sinyal  antarmuka  modem   dan konversi level sandi sinyal agar sesuai dengan antarmuka
3.Mengubah data yang akan dikirimkan menjadi sinyal serial dan sebaliknya.
4.Melakukan pengujian kesalahan.
5.Mengatur error recovery dengan mekanisme retry
6.Melakukan sinkronisasi karakter baik dengan cara start / stop maupun dengan karakter SYN.
7.Melakukan bit sinkronisasi untuk controller asinkron
8.Mengendalikan prosedur dengan melacak karakteer transmision control
Organisasi yang berperan dalam pembakuan komunikasi data :
1.EIA = electrnic industries associations Perkumpulan pabrik-pabri kelektronik di USA
2.CCITT = commites consultantive internationale de telegraphique et telephonique Berada dalam naungan ITU (international telecommunications unions) yaitu pabrik-pabrik elektronika dan telekomunikasi secara internasional. CCITT sekarang dikenal dengan ITU-T.
3.ISO = international standard organization Menghimpun organisasi yang menentukan standarisasi di negara masing-masing
4.ANSI = american national standard institute Menentukan standarisasi di USA
5.IEEE = institute of electrical and electronics engineers Sarjana listrik se internasional
6.DIN = deutsches institute fur normung
7.ITU = international telecommunication union
TIA = telecommunications industry association
Jenis-jenis standar :
1.standar X.25 dari CCITTmenggunakan model OSI sebagai dasar kerjanya, dikenal sebagai “interface between data terminals operating in the packet mode on public network” dan mencakup 3 layer pertama dari model OSI.
2.Standar X.21 dan X.21 bus atau standar ANSI X3.69 dan ANSI X.21 hubungan secara fisik point to point antar peralatan yang menggunakan teknik digital dalam pengiriman / pertukaran data dan untuk interface sinkron bagi jaringan umum.
3.Standar HDLC untuk X.25 ketentuan untuk pelaksanaan kendali hubungan data, yaitu pemisahan antara data dengan derau, melacak adanya error pada pengiriman data, memungkinkan pengulangan pengiriman data yang error dan pelaksanaan secara transparan / tidak disadari pemakai.
4.Standar V.24 dari CCITT atau RS-232-C dari EIA ketentuan untuk layer fisik saja, tetapi jarak antar peralatan tidak boleh terlalu jauh terutama untuk pengiriman data berkecepatan tinggi.
5.Standar 20 ma current loop dari perusahaan Teletype Corporation ketentuan untuk layer fisik saja, tetapi jarak antar peralatan tidak boleh terlalu jauh terutama untuk pengiriman data berkecepatan tinggi.
6.Standar RS-422A dari EIA atau V11-X.27 dari CCITT memungkinkan jarak antar peralatan yang cukup jauh tetapi kecepatan pengiriman data tidak terlalu tinggi.
7.Standar IEEE 802 dari IEEE untuk CON perkembangan  dengan ethernet yang hanya memuat ketentuan untuk layer fisik dan data link saja.
a.IEEE 802.1 Mendefinisikan semua dokumen kontrol arsitektur dari standar 802 yang mencakup banyak penginterfacean dari jaringan lain.
b.IEEE 802.2 / Protokol LLC Mendefinisikan lapisan data link yang dilengkapi dengan kontrol link point to point antara peralatan pada tingkat protokol.
c.IEEE 802.3 CSMA/CD Baseband Bus / Ethernet 802.3 Menggunakan metode akses CSMA/CD yang menentukan teknik yang digunakan pada peralatan pada bus agar dapat bertransmisi ketika interface media menentukan bahwa tidak ada peralatan lain yang siap ditransmisikan. Merupakan standar perkabelan jaringan.
d.IEEE 802.4 Token Passing Bus.Menggunakanakses token bus yang menentukan metode operasi dimana tiap peralatan pada topologi bus hanya bertransmisi jika ia menerima pesan
e.IEEE 802.5 Token Passing Ring Menggunakan akses token ring untuk melewatkan pesan diantara workstation.
f.IEE 802.6 MAN Menggunakan teknik jaringan MAN sebagai standar untuk jaringan yang jarak antar stationnya lebih dari 5 km dan meliputi standar untuk transmisi data,  suara dan gambar / video.
g.IEEE 802.11 Standar perkabelan jaringan yang menggunakan wireless
8.ANSI/EIA/Tia 568-1991 Tentang commercial building telecommunications cabling standard / structured cabling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar