Sama
seperti tahun-tahun sebelumnya jika bulan akhir dalam setiap tahun itu tiba
tepatnya bulan desember kita selalu menikmati rasa kebersamaan dan kehangatan
ditengah-tengah keluarga kita. Simple tapi penuh dengan sukacita. Terkadang
kekurangan yang ada diantara kita menjadi nilai lebih dan menjadi bahan yang
special tersendiri bagi kita. Biasanya sebelum menjelang natal yang paling
sibuk adalah kita bertiga ( Dian, Echa, Ocha ). Selalu mendesak Ibu untuk
membeli segala sesuatu dalam menyambut hari Natal juga tahun baru. Terkadang
Ibu sampai marah kalau kita bertiga tidak sabar untuk menunggu. Bahkan Bapak
juga terpaksa harus marah dengan tingkah kita yang terbiasa tidak sabaran. Akan
tetapi ditengah-tengah kemarahan Ibu dan Bapak sejenak suasana akan menjadi
hening dan kita pun terdiam. Namun, setelah itu salah satu dari kita pasti ada
yang buka celah untuk membuat bahan tertawaan yang jelas nya adalah Rossa
Sheina (ocha). Dan akhirnya yang tadi nya Ibu dan Bapak marah menjadi tersenyum
manis dan kita semua pun tertawa bersama. Masa kecil memang masa yang paling
lucu dan masa yang menyenangkan. Apalagi dibulan Desember seperti ini. Dimana
kesibukan untuk mempersiapkan menyambut hari natal juga tahun baru lebih tinggi
dibanding bulan yang lainnya. Kita selalu kesempatan dalam kesempitan. Tidak
mengenal waktu dan tempat. Kapan saja dan dimana saja kita selalu bermain
bersama. Bermain, bercanda, berantem, bahkan salah satu dari kita sampai
menangis akibat seseorang yang jail diantara kita. Tiap kali main bersama
selalu lupa dengan waktu hingga kita sering kenak marah sama Bapak. Meskipun
sering kenak marah akibat kecanduan bermain tapi kita masih saja mengulangi hal
yang sama. Tidak heran kalok hobby kita bertiga hanya bermain, berantem dan
bercanda. Diantara kita bertiga hanya aku ( echa) yang tidak suka cari masalah.
Selalu mengambil tindakan sendiri dan tidak pernah merasa ketinggalan dengan
sista ku dian dan ocha. Tapi kalau dian dan ocha mereka punya karakter
tersendiri. Yang satu selalu memaksa dan yang satu selalu takut ketinggalan
hingga sifatnya terkesan heppot.Setiap kali menjelang natalan Ibu sudah
membelikan baju, sepatu sampai aksesoris rambut buat kita. Ada rasa rindu untuk
mengulang masa-masa itu. Andai saja waktu bisa kembali pasti semuanya akan sangat
terasa lebih menyenangkan. Aku sangat merindukan moment-moment itu. Kangen
denger suara adek pudan(ocha) kalau lagi nyanyi.Suaranya bagus dan merdu gak
kalah dengan suara kakak-kakaknya. Kapan lagi yah kita bisa nyanyi bersama.
Apalagi kalau lagi mati lampu dirumah atau sebelum tidur kita pasti nyanyi
sama-sama. Dan gak lupa juga aku Kangen
berantem sama si tukang kadu (dian). Sekarang kita udah beranjak dewasa tidak
lagi merasakan hal yang sama seperti masa kecil. Kita udah tau mana yang baik
dan mana yang buruk. Kita juga udah tau hal-hal apa saja yang layak kita
lakukan. Demi masa depan yang penuh harapan kita akan tetap saling mensupport
dan membimbing. Di sini aku tidak bermaksud untuk membuat sista-sista ku merasa
sedih tapi yang jelasnya tahun ini adalah tahun yang benar-benar memberikan
kita banyak pelajaran juga cobaan. Dimana natalan kali ini adalah natalan
pertama yang harus kita lalui tanpa kehadiran Bapak ditengah-tengah keluarga
kita. Enggan rasanya menyambut hari natal yang penuh dengan sukacita tapi hati
kita masih merasa kehilangan. Ada rasa iri jika melihat keluarga orang lain
yang masih lengkap dan penuh dengan sukacita di dalam merayakan natal juga
tahun baru. Tapi kita tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya tetap bersyukur
bagi Tuhan. Aku yakin dan percaya kita pasti mampu untuk melewati rasa
kesedihan dihati kita masing-masing. Pesan ku buat sistaku dian dan ocha tetap
semangat dan bersukacita yak sis dibulan yang penuh sukacita ini. Berjanji
untuk memberikan yang terbaik buat Ibu tercinta kita.