Total Tayangan Halaman

Kamis, 27 Agustus 2015

MEDIA TRANSMISI

Secara garis besar ada dua kategori media transmisi, yakni : guided (terpandu) dan unguided (tidak terpandu).
–Media transmisi yang terpandu maksudnya adalah media yang mampu mentransmisikan besaran-besaran fisik lewat materialnya. Contoh: kabel twisted-pair, kabel coaxial dan serat optik.

–Media unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, wireless mobile dlsb
MEDIA TRANSMISI
Dikelompokkan dalam 2 bagian :
•Kabel (Wired)
§Twisted pair
§Coaxial
§Fiber Optik

•Tanpa Kabel(Wireless)
§Microwave
§Satelit Microwave
§Radio
§Infrared

Kabel Twisted-pair

•Kabel twisted 
pair memiliki beberapa jenis utama yaitu shielded(berselimut) 
biasa disebut STP dan unshielded (tidak memiliki selimut)biasa 
disebut UTP.

•Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:

–Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data 
kecepatan 
rendah. Contoh: kabel telepon.
–Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih 
cepat 
dibanding category 1. Dapat digunakan untuk transmisi 
digital 
dengan bandwidth hingga 4 MHz.
–Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 
MHz.
–Category 4 : mampu mentransmisikan data hingga 20 
MHz.
–Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang 
memerlukan 
bandwidth 
hingga 100 MHz.

STP (Shielded twisted pair )


•   Lebih mahal dari UTP

•   Maksimal Panjang 100 m

•   Kecepatan : 10 – 100 Mbps


Shielded twisted pair (STP) sesuai untuk lingkungan dengan 

interferensi listrik; 

meskipun ekstra pilinan akan membuat kabel menjadi cukup besar.

Shielded twisted pair biasa digunakan pada jaringan yang 

menggunakan 

topologi Token ring.



Unshielded twisted pair (UTP)

Kabel ini memiliki empat macam kabel di dalam jaket 
pelindungnya. 
Tiap pasang berjalinan dengan nomor pasangan yang berbeda per
 incinya
untuk mengurangi interferensi dari pasangan lain dan peralatan-
peralatan 
elektronik lainnya.
EIA/TIA (Electronic Industry Association / Telecommunication 
Industry 
Association) telah menetapkan standar UTP
 dan
lima ketegori kecepatan kabel:


Unshielded twisted pair (UTP) (lanjutan)



•Maksimal Panjang 100 m
•Kecepatan : 10 – 100 Mbps




Kerugian dari UTP adalah kelemahannya pada radio dan interferensi 
frekuensi 
listrik.

Konektor Unshielded Twisted Pair (RJ-45)



Tipe Penyambungan UTP

STRAIGHT-THROUGH (Koneksi antara NIC-

Hub/Switch)





CROSS-OVER (Koneksi antara Hub-Hub, 

Switch-

Switch, NIC-NIC)




Dalam mentransmisikan data, tidak semua pin digunakan 
melainkan sesuai dengan kecepatan transmisi data, antara lain:

•   ATM 155Mbps menggunakan pasangan 2 dan 4 (pin 1-2, 7-8)
•   Ethernet 10Base-T menggunakan pasangan 2 dan 3 (pin 1-  2,
   3-6)
•   Ethernet 100Base-T4 menggunakan pasangan 2 dan 3   (4T+)
   (pin 1-2,
    3-6)
•   Ethernet 100Base-T8 menggunakan pasangan 1,2,3, dan 4  
 (pin 4-5, 1-
    2, 3-6, 7-8)
•   Token-Ring menggunakan pasangan 1 dan 3 (pin 4-5, 3-6)
•   TP-PDM menggunakan pasangan 2 dan 4 (pin 1-2, 7-8)
•   100VG-AnyLAN menggunakan pasangan 1,2,3, dan 4 (pin   4- 
 5, 1-2, 3-6, 7-8)

Kabel Koaksial (BNC RG-58)

•BNC merupakan kepanjangan dari Bayonet Navy Connector atau
 Bayonet Neil-
•Concelman sebagai penghargaan terhadap 2 nama perancang 
konektor koaksial tersebut.
•Kabel koaksial memiliki konduktor tembaga tunggal pada 
pusatnya.
•Lapisan plastik menyediakan insulasi antara konduktor pusat dan
 jalinan metal di sekelilingnya.

•Jalinan metal memblokir berbagai interferensi luar dari 

fluorosensi cahaya, 

motor, dan komputer-komputer lain.




Jenis-jenis kabel BNC


Thick Coaxial
•Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet 
(atau sekitar 500 meter).
•Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, 
termasuk dalam hal ini repeaters.
•Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm
 
Thin Coaxial
•Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per
 segment.
•Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 
perangkat jaringan (devices)
•Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.

Konektor Kabel Coaxial




Konektor yang digunakan bersama

kabel koaksial adalah konektor Bayone-

Neil- Concelman (BNC). 

Adapter-adapter dengan tipe berbeda tersedia untuk konektor 

BNC,termasuk konektor T, konektor barrel, dan terminator. 

Konektor pada kabel merupakan titik terlemah di jaringan. 



FIBER OPTIK

•Kabel fiber optic merupakan media network medium yang 
mampu digunakan untuk transmisi – transmisi modulasi.

•Fiber optic memiliki harga lebih mahal, tetapi cukup tahan 
terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi 
dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi.




•Jaket insulasi luar terbuat dari Teflon atau PVC
•Kevlar fiber berfungsi untuk menguatkan kabel 
dan mengamankan dari kepatahan
•Pelindung plastik digunakan untuk memberi bantalan pada 
pusat fiber
•Pusat (inti) terbuat dari fiber glass atau plastik.



PENGHUBUNG FIBER OPTIK


•Konektor paling umum yang sering digunakan bersama 
kabel fiber optik adalah konektor ST. Berbentuk batang, 
mirip dengan konektor BNC.
•Konektor yang lain, SC, Bentuknya persegi dan lebih mudah 
dihubungkan ke area yang ditentukan.
•Konektor yang baru saat ini lebih populer adalah konektor 
MT-RJ. Konektor MT-RJ menggunakan model plastik seperti 
yang digunakan konektor RJ-45, yang memudahkan untuk 
dipasang. Dua kabel fiber terhubung kedalam satu 
konektor,sama dengan konsep konektor SC.





Keuntungan Fiber Optic


•Kecepatan
  Jaringan – jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan 
tinggi.

•Bandwidth
  Fiber optic mampu membawa paket – paket dengan 
kapasitas besar.

•Distance
  Sinyal – sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa 
memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”.

•Resistance
  Daya tahan kuat terhadap impas elektronmagnetik yang 
dihasilkan perangkat – perangkat elektronik seperti radio, 
motor, atau bahkan kabel – kabel transmisi lain di 
sekelilingnya.

•Maintenance
  Kabel – kabel fiber optic memakan biaya perawatan relatif 
murah.

Perbandingan UTP, STP, Coaxial, dan 
Fiber Optik









MODEL TRANSMISI

A. Transmisi Serentak (Parallel Transmission)

Transmisi serentak memerlukan n saluran untuk menghantar n bit
pada satu satuan waktu



•keuntungan : Kecepatan yang tinggi
•Keburukan: Kos tinggi, oleh itu ia sesuai untuk
•jarak yang dekat (hingga 100 meter)


b. Transmisi Berseri (Serial Transmisssion)

Satu bit mengikuti satu bit yang lain. Oleh kerana 
itu, kita memerlukan hanya satu saluran 
komunikasi berbanding dgn n bit



•Keuntungan : Murah,  sesuai dengan jarak yang  jauh
•Kerugian  : perbit sehingga kecepatannya rendah



Transmisi berseri dibagi menjadi dua jenis modus:

1.Transmisi Asycronous

Disebut juga sebagai START STOP TRANSMISSION Karakter 

Orienten Pengiriman data tidak teratur



Keuntungan dari modus asynchronous ini adalah:
1.Dari segi teknis mudah
2.Setiap karakter mengandung informasi yang lengkap
3.Sinkronisasi sudah ada dalam setiap karakter, yaitu    
pada start dan stop bit
Kerugiannya adalah:
1.Efisiensi transmisinya relatip rendah untuk data yang 
banyak
2.Lebih peka terhadap distorsi, sehingga kecepatan
 transmisi 
harus dibatasi
3.Sinkronisasi hanya tergantung pada start dan stop bit 
saja

2. Modus Transmisi segerak ( SYNCHRONOUS)
•Pengiriman per blok
• Kecapatan transmisi tinggi
• Bit data yang dikirim harus senada (syncroun) dengan 
detak clock yang dikirim




Keuntungan modus transmisi synchronous:
1.Effisien untuk data yang banyak
2.Lebih kebal terhadap noise dan distorsi
3.Karakter-karakter sinkronisasi dapat dibuat lebih 
rumit, sehingga dapat diharapkan akan diperoleh faktor 
sinkronisasi yang tinggi
4.Dapat menggunakan standard waktu (timing clock) 
bersama antara pihak pengirim dan pihak penerima
5. Kecepatan transmisi tinggi
Kerugiannya:
1.Tidak effisien untuk data yang sedikit
2.Segi teknis lebih sukar yang berarti lebih mahal
3.Jika terjadi kesalahan sinkronisasi maka akan terjadi 
kehilangan informasi pada satu blok
4.Bila pada waktu pengiriman terdapat data yang salah,
 maka seluruh data (1 blok) akan dikirim ulang.
5.Memerlukan saluran transmisi yang berkualitas baik.