Belum pernah merasakan rasa sesak
di seperti ini. Pelampiasan marah, kesal dan sedih hanyalah berujung pada air
mata. Rasanya air mata ini terus
mengalir tiada henti dan tak terbendung lagi. Sedikit ada kepuasan jika air mata telah bercucuran tapi sakit hati
ini tidak tertahan. Semua manusia memang mempunyai hak dan kewajiban
masing-masing tapi salahkah jika aku ingin memberikan yang terbaik bagimu. Aku
tidak habis pikir semua ini akan terasa sangat-sangat pahit bagiku. Dan hal ini
aku sendiri yang merasakannya. Kamu memang berhak berteman sama siapa pun dan aku tidak
bermaksud untuk melarang kamu berkumpul bersama temen-temen kamu tapi aku hanya
memberi sedikit nasehat karena mengingat waktu sudah larut malam dan cuaca pun
tidak mendukung diluar hujan lagi pulak seharian kerja, aku rasa sudah waktunya
istirahat tapi toh juga kamu tidak hiraukan itu semua. Seperti biasa kalau pun
kamu selalu mengabaikan kata-kataku aku tetap bersikap sewajarnya sama kamu
namun, untuk kali ini mungkin aku harus lebih bijak untuk memberikan kata maaf
padamu. Selama ini aku sudah cukup sabar melihat dan mendengar segala
sandiwaramu. Bagimu mungkin semua hal itu adalah wajar tapi bagiku tidak. Terserah
kamu menganggap ini berlebihan tapi bagiku ini sudah keterlaluan karena bukan
hanya sekali ini saja namun sudah berulag kali.Sebelumnya aku tidak pernah
merasakan hal seperti ini. terlalu banyak aku mengalami sakit hati dan itu
menjadi beban buat aku sendiri. Tujuh bulan sudah kita jalani hubungan ini tapi
satu pun janjimu gak ada yang kamu tepatin. Pernah gak sih kamu merasa
bagaimana jika nasehatmu diabaikan sama orang yang kamu sayang. Aku sudah capek
dengan semua ini. ada baiknya mungkin aku akan mengambil tindakan untuk diam
sama kamu. Karena percuma juga aku terus ngomong sama kamu toh juga kamu gak
pernah peduli. Kamu selalu anggap remeh. Jadi untuk itu aku akan biarin kamu,
maunya seperti apa dan bagaimana pun kamu aku harus belajar untuk tidak perduli
lagi sama kamu. Serba salah semuanya, dibaikin salah dicuekin pun salah. Saat
ini aku bener-bener kesal sama kamu. Maaf jika aku harus berdiam diri. Aku juga
tau diri kok siapa aku. Aku tidak berhak melarang-larang kamu, nasehatin kamu
sekalipun mungkin saat ini status kita pacaran. Maaf jika selama ini ada
tindakan ataupun sikap aku yang membuat kamu kesal hingga kamu tidak bisa
menerima semua kata-kata ku termasuk nasehat-nasehat yang ku berikan selama ini
untukmu. Karena sakit yang terasa kali ini berbeda jadi aku pun harus belajar
untuk mengabaikanmu. Kamu sama sekali tidak pernah menghargai omongan aku. Aku
gak tau kamu menganggap aku seperti apa dimatamu. Mungkin kamu hanya menganggap
aku gadis kecil yang tidak tau apa-apa dan belum saat nya memberikan nasehat
kepada siapapun termasuk kamu. Mulai sekarang terserah mau kamu seperti apa,
aku tidak mau tau kamu lagi. Kamu mau berhura-hura sama temen-temen kamu, kamu
mau ngapain sekarang kamu bebas. Anggap aku tidak pernah ada dihidupmu. Aku
akan belajar jaga jarak sama kamu. biar kamu tenang. Gak ada yang jahilin, gak
ada yang gangguin, dan gak ada yang melarang-larang kamu. sebelum kamu mengenal
aku mungkin kamu hidup dalam kebebasan dan mulai saat ini kamu akan merasakan
hal itu kembali. Bersenang-senanglah dan lupakan semua apa yang pernah terjadi
diantara kita. Jangan pernah kamu berpikir bahwa aku tidak akan pernah semarah
ini sama kamu. Daripada aku selau sakit hati bersama kamu lebih baik aku yang
menjauh darimu. Biar kamu puas. Karena tujuh bulan belum cukup bagiku untuk
memahami arti hidupku dimatamu. Rasa sepele kamu itu tolong dikurangin. kamu
sadar gak sih kelakuan kamu selama ini membuat aku makan hati. Tapi aku selalu
sabar, sabar dan sabar. Dan ternyata kesabaran ku selama ini tidak membuahkan
hasil yang ku inginkan, oleh karena itu maafin aku jika aku bener-bener harus
diam sama kamu. aku tidak sanggup harus selalu seperti ini. perjalananku masih
panjang begitupun juga kamu. Gapailah apa yang kamu cita-citakan selama ini dan
belajar lah peduli akan nasehat orang tua mu. Sukses buat studi juga
pekerjaanmu. Aku selalu mendoakan yang terbaik bagimu meskipun kamu tidak
pernah menghargai aku. Terimakasih buat semua yang telah kita jalanin selama
tujuh bulan. Dan makasih juga buat keluarga mu yang sudah care sama aku.