Total Tayangan Halaman

Minggu, 21 September 2014

Diam pilihan terbaik untuk saat ini

Belum pernah merasakan rasa sesak di seperti ini. Pelampiasan marah, kesal dan sedih hanyalah berujung pada air mata.  Rasanya air mata ini terus mengalir tiada henti dan tak terbendung lagi. Sedikit ada kepuasan  jika air mata telah bercucuran tapi sakit hati ini tidak tertahan. Semua manusia memang mempunyai hak dan kewajiban masing-masing tapi salahkah jika aku ingin memberikan yang terbaik bagimu. Aku tidak habis pikir semua ini akan terasa sangat-sangat pahit bagiku. Dan hal ini aku sendiri yang merasakannya. Kamu memang berhak  berteman sama siapa pun dan aku tidak bermaksud untuk melarang kamu berkumpul bersama temen-temen kamu tapi aku hanya memberi sedikit nasehat karena mengingat waktu sudah larut malam dan cuaca pun tidak mendukung diluar hujan lagi pulak seharian kerja, aku rasa sudah waktunya istirahat tapi toh juga kamu tidak hiraukan itu semua. Seperti biasa kalau pun kamu selalu mengabaikan kata-kataku aku tetap bersikap sewajarnya sama kamu namun, untuk kali ini mungkin aku harus lebih bijak untuk memberikan kata maaf padamu. Selama ini aku sudah cukup sabar melihat dan mendengar segala sandiwaramu. Bagimu mungkin semua hal itu adalah wajar tapi bagiku tidak. Terserah kamu menganggap ini berlebihan tapi bagiku ini sudah keterlaluan karena bukan hanya sekali ini saja namun sudah berulag kali.Sebelumnya aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. terlalu banyak aku mengalami sakit hati dan itu menjadi beban buat aku sendiri. Tujuh bulan sudah kita jalani hubungan ini tapi satu pun janjimu gak ada yang kamu tepatin. Pernah gak sih kamu merasa bagaimana jika nasehatmu diabaikan sama orang yang kamu sayang. Aku sudah capek dengan semua ini. ada baiknya mungkin aku akan mengambil tindakan untuk diam sama kamu. Karena percuma juga aku terus ngomong sama kamu toh juga kamu gak pernah peduli. Kamu selalu anggap remeh. Jadi untuk itu aku akan biarin kamu, maunya seperti apa dan bagaimana pun kamu aku harus belajar untuk tidak perduli lagi sama kamu. Serba salah semuanya, dibaikin salah dicuekin pun salah. Saat ini aku bener-bener kesal sama kamu. Maaf jika aku harus berdiam diri. Aku juga tau diri kok siapa aku. Aku tidak berhak melarang-larang kamu, nasehatin kamu sekalipun mungkin saat ini status kita pacaran. Maaf jika selama ini ada tindakan ataupun sikap aku yang membuat kamu kesal hingga kamu tidak bisa menerima semua kata-kata ku termasuk nasehat-nasehat yang ku berikan selama ini untukmu. Karena sakit yang terasa kali ini berbeda jadi aku pun harus belajar untuk mengabaikanmu. Kamu sama sekali tidak pernah menghargai omongan aku. Aku gak tau kamu menganggap aku seperti apa dimatamu. Mungkin kamu hanya menganggap aku gadis kecil yang tidak tau apa-apa dan belum saat nya memberikan nasehat kepada siapapun termasuk kamu. Mulai sekarang terserah mau kamu seperti apa, aku tidak mau tau kamu lagi. Kamu mau berhura-hura sama temen-temen kamu, kamu mau ngapain sekarang kamu bebas. Anggap aku tidak pernah ada dihidupmu. Aku akan belajar jaga jarak sama kamu. biar kamu tenang. Gak ada yang jahilin, gak ada yang gangguin, dan gak ada yang melarang-larang kamu. sebelum kamu mengenal aku mungkin kamu hidup dalam kebebasan dan mulai saat ini kamu akan merasakan hal itu kembali. Bersenang-senanglah dan lupakan semua apa yang pernah terjadi diantara kita. Jangan pernah kamu berpikir bahwa aku tidak akan pernah semarah ini sama kamu. Daripada aku selau sakit hati bersama kamu lebih baik aku yang menjauh darimu. Biar kamu puas. Karena tujuh bulan belum cukup bagiku untuk memahami arti hidupku dimatamu. Rasa sepele kamu itu tolong dikurangin. kamu sadar gak sih kelakuan kamu selama ini membuat aku makan hati. Tapi aku selalu sabar, sabar dan sabar. Dan ternyata kesabaran ku selama ini tidak membuahkan hasil yang ku inginkan, oleh karena itu maafin aku jika aku bener-bener harus diam sama kamu. aku tidak sanggup harus selalu seperti ini. perjalananku masih panjang begitupun juga kamu. Gapailah apa yang kamu cita-citakan selama ini dan belajar lah peduli akan nasehat orang tua mu. Sukses buat studi juga pekerjaanmu. Aku selalu mendoakan yang terbaik bagimu meskipun kamu tidak pernah menghargai aku. Terimakasih buat semua yang telah kita jalanin selama tujuh bulan. Dan makasih juga buat keluarga mu yang sudah care sama aku.